Kamis, 02 Desember 2010

Gua yang Tembus Gua Pajudan


        
        SUMENEP - Tidak adanya satu pun arkeolog di Pamekasan, membuat Dinas Pemuda, Olahraga dan Pemuda (Disporabud) Pamekasan harus memutar otak dan kerja keras. Pasalnya, selain harus mendatangkan dari luar Madura, pemkab terpaksa berkonsultasi dengan Balai Pelestarian Kepurbakalaan Trowulan, Mojokerto.Untuk memastikan nilai sejarah dan kepurbakalaan terkait penemuan goa di Dusun Panabar, Desa Bicorong, Kecamatan Pakong, dipastikan butuh waktu dan proses relatif lama. Sebab, instansi terkait menghadapi segala keterbatasan."Kami hanya sebatas meninjau goa yang ditemukan Syukur, dikosultasikan dengan arkeolog yang ada," kata Kasi Pembina Seni, Sejarah dan Nilai Tradisi Disporabud Pamekasan Halifaturrahman, kemarin (3/10).
        Menurut Mamang -panggilan akrabnya, untuk penelitian awal pihaknya telah menerjunkan ahli sejarah dan sejumlah tokoh masyarakat. Tapi, tugas mereka hanya dimintai keterangan terkait keberadaan goa tersebut. Sehingga, tidak bisa memberi penjelasan secara detail."Terjun ke lapangan, kami hanya ingin memastikan dan melihat secara langsung sekaligus menyerap informasi dari masyarakat. Untuk informasi selengkapnya terkait nilai kepurbakalaan dan sejarahnya, harus ke Mojokerto (tempat Balai Pelestarian Kepurbakalaan, Red)," ungkapnya.Mamang mengakui kendala keterbatasan ahli yang dimiliki pemkab. Menurut dia, hingga sekarang disporabud belum memiliki ahli arkeolog. "Kami belum punya (arkeolog)," singkatnya.Disinggung waktu yang dibutuhkan untuk memastikan nilai kepurbakalaan dan sejarahnya? Mamang tidak menjelaskan secara detail. Alasannya, sekarang masih proses penelitian untuk kepastian tersebut."Kami masih koordinasi dengan Balai Pelestarian Kepurbakalaan di Mojokerto. Tujuannya, secepatnya arkeolog diterjunkan ke Pamekasan untuk segera melakukan penelitian," tegasnya.Selain itu, goa yang diberi nama Sukriyani itu, diyakini sebagai tempat keramat. Sebab, hingga kemarin bukan hanya warga sekitar yang datang, warga luar Madura juga terlihat mengunjungi situs baru tersebut."Kami memang mendengar informasi bahwa goa itu keramat. 
        Berdasarkan penuturan tokoh dan warga masyarakat, dulu diyakini sebagai tempat persembunyian pejuang. Untuk memastikan semua informasi itu, saat ini masih proses," katanya. Dia juga menegaskan, jika memiliki keunikan akan diproyeksikan sebagai wisata tempat baru di Pamekasan.Sekadar mengingatkan, sebuah goa ditemukan warga setempat bernama Syukur, pada 10 Ramadan 1430 H atau 31 Agustus lalu. Syukur menemukan goa itu, saat ada kelelawar putih yang masuk ke lubang sempit di depan goa. Saat itu, dirinya mengikuti kalelawar tersebut hingga masuk ke dalam goa. Di dalam goa, Syukur menemukan dua lubang yang diduga tembus ke Goa Pajudan, Sumenep yang dijadikan tempat semedi Raja Sumenep. 

Sumber : Koran Madura


0 komentar:

Posting Komentar



 

Kinkzerzhare Copyright © 2010 LKart Theme is Designed by Lasantha