SUMENEP - Tidak adanya satu pun arkeolog di Pamekasan, membuat Dinas
Pemuda, Olahraga dan Pemuda (Disporabud) Pamekasan harus memutar otak
dan kerja keras. Pasalnya, selain harus mendatangkan dari luar Madura,
pemkab terpaksa berkonsultasi dengan Balai Pelestarian Kepurbakalaan
Trowulan, Mojokerto.Untuk memastikan nilai sejarah dan kepurbakalaan
terkait penemuan goa di Dusun Panabar, Desa Bicorong, Kecamatan Pakong,
dipastikan butuh waktu dan proses relatif lama. Sebab, instansi terkait
menghadapi segala keterbatasan."Kami hanya sebatas meninjau goa yang
ditemukan Syukur, dikosultasikan dengan arkeolog yang ada," kata Kasi
Pembina Seni, Sejarah dan Nilai Tradisi Disporabud Pamekasan
Halifaturrahman, kemarin (3/10).
Menurut Mamang -panggilan akrabnya,
untuk penelitian awal pihaknya telah menerjunkan ahli sejarah dan
sejumlah tokoh masyarakat. Tapi, tugas mereka hanya dimintai keterangan
terkait keberadaan goa tersebut. Sehingga, tidak bisa memberi penjelasan
secara detail."Terjun ke lapangan, kami hanya ingin memastikan dan
melihat secara langsung sekaligus menyerap informasi dari masyarakat.
Untuk informasi selengkapnya terkait nilai kepurbakalaan dan sejarahnya,
harus ke Mojokerto (tempat Balai Pelestarian Kepurbakalaan, Red),"
ungkapnya.Mamang mengakui kendala keterbatasan ahli yang dimiliki
pemkab. Menurut dia, hingga sekarang disporabud belum memiliki ahli
arkeolog. "Kami belum punya (arkeolog)," singkatnya.Disinggung waktu
yang dibutuhkan untuk memastikan nilai kepurbakalaan dan sejarahnya?
Mamang tidak menjelaskan secara detail. Alasannya, sekarang masih proses
penelitian untuk kepastian tersebut."Kami masih koordinasi dengan Balai
Pelestarian Kepurbakalaan di Mojokerto. Tujuannya, secepatnya arkeolog
diterjunkan ke Pamekasan untuk segera melakukan penelitian,"
tegasnya.Selain itu, goa yang diberi nama Sukriyani itu, diyakini
sebagai tempat keramat. Sebab, hingga kemarin bukan hanya warga sekitar
yang datang, warga luar Madura juga terlihat mengunjungi situs baru
tersebut."Kami memang mendengar informasi bahwa goa itu keramat.
Berdasarkan penuturan tokoh dan warga masyarakat, dulu diyakini sebagai
tempat persembunyian pejuang. Untuk memastikan semua informasi itu, saat
ini masih proses," katanya. Dia juga menegaskan, jika memiliki keunikan
akan diproyeksikan sebagai wisata tempat baru di Pamekasan.Sekadar
mengingatkan, sebuah goa ditemukan warga setempat bernama Syukur, pada
10 Ramadan 1430 H atau 31 Agustus lalu. Syukur menemukan goa itu, saat
ada kelelawar putih yang masuk ke lubang sempit di depan goa. Saat itu,
dirinya mengikuti kalelawar tersebut hingga masuk ke dalam goa. Di dalam
goa, Syukur menemukan dua lubang yang diduga tembus ke Goa Pajudan,
Sumenep yang dijadikan tempat semedi Raja Sumenep.
Sumber : Koran Madura








0 komentar:
Posting Komentar